hamzah maslul
Jumat, 19 Mei 2017
Rabu, 25 Mei 2016
1.
SOMBONG
Penyakit ini juga merupakan penyakit hati yang
paling bahaya. sifat sombong juga merupakan sifat iblis la'anahullah. allah
swt berfirman di dalam al-qur'an al-karim ketika menceritakan antara
nabi adam AS. bersama iblis yang pada akhirnya iblis ketika di perintah
kan oleh allah swt. untuk melakukan sujud penghormatan kepada adam as.
iblis dengan sombong nya tidak mau melaksanakan perintah allah tersebut.
maka karena sifat tersebutlah iblis di laknat sampai hari kiamat.devinisi Sikap sombong adalah memandang dirinya berada di atas kebenaran dan merasa lebih di atas orang lain. Orang yang sombong merasa dirinya sempurna dan memandang dirinya berada di atas orang lain.
Allah Ta’ala berfirman;
وَلاَ
تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلاَ تَمْشِ فِي اللأَرْضِ مَرَحاً إِنَّ
اللهَ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ
فَجُوْرٍ
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong)
dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18)Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;“Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur(sombong).
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda;'
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ
كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ
الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً
قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ
وَغَمْطُ النَّاسِ
“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.Kesombongan yang paling buruk adalah orang yang menyombongkan diri di hadapan manusia dengan ilmunya, merasa dirinya besar dengan kemuliaan yang dia miliki. Bagi orang tersebut tidak bermanfaat ilmunya untuk dirinya. Barangsiapa yang menuntut ilmu demi akhirat maka ilmunya itu akan menimbulkan hati yang khusyuk serta jiwa yang tenang. Dia akan terus mengawasi dirinya dan tidak bosan untuk terus memperhatikannya, bahkan setiap saat dia selalu introspeksi dan meluruskannya. Apabila dia lalai dari hal itu, dia akan menyimpang dari jalan yang lurus dan akan binasa. Barangsiapa yang menuntut ilmu untuk membanggakan diri dan meraih kedudukan, memandang remeh kaum muslimin yang lainnya serta membodoh-bodohi dan merendahkan mereka, maka hal ini merupakan kesombongan yang paling besar.
hukum tahlilan
HUKUM TAHLILAN:
Tahlilan merupakan salah satu amalan yang pernah di kerjakan oleh para pendahulu kita yang amalan itu terus berturun temurun hingga sampai kepada kita. Tahlilan juga merupakan kumpulan beberapa dzikir yang pahalanya kita hadiah kan kepada orang-orang yang telah meninggal.
Pahala tahlilan yang kita baca itu akan sampai kepada orang-orang yang kita tuju.
وَاِن قرَأَ الرَّجُلُ وَاَهْدَى ثوَابَ قِرَأتِهِ لِلْمَيِّتِ جَازَ ذالِكَ وَحَصَلَ لِلْمَيِّتِ اَجْرُهُ
Seseorang yang membaca ayat al-Qur’an dan menghadiahkan pahalanya kepada mayit, maka pahala tersebut bisa sampai kepada mayit tersebut.
Tahlilan merupakan salah satu amalan yang pernah di kerjakan oleh para pendahulu kita yang amalan itu terus berturun temurun hingga sampai kepada kita. Tahlilan juga merupakan kumpulan beberapa dzikir yang pahalanya kita hadiah kan kepada orang-orang yang telah meninggal.
Pahala tahlilan yang kita baca itu akan sampai kepada orang-orang yang kita tuju.
Abul Walid Ibnu Rusyd mengatakan:
وَاِن قرَأَ الرَّجُلُ وَاَهْدَى ثوَابَ قِرَأتِهِ لِلْمَيِّتِ جَازَ ذالِكَ وَحَصَلَ لِلْمَيِّتِ اَجْرُهُ
Seseorang yang membaca ayat al-Qur’an dan menghadiahkan pahalanya kepada mayit, maka pahala tersebut bisa sampai kepada mayit tersebut.
Selasa, 22 Desember 2015
Sejarah Ash-Shofwah
Sejarah Hai'ah Ash Shofwah Al Malikiyyah Indonesia - Guru besar
ar-Robbani, Prof. DR. Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki
al-Hasani adalah figur ulama Ahlussunnah wal Jamaah abad 21. Keluasan
ilmu beliau laksana samudera nan luas membentang tak bertepi. Keagungan
pribadinya meneguhkan wawasannya sebagai ulama yang 'ibnu madzahib'
al-arba'ah '. Abuya al-maliki menguasai hampir interdisiplin ilmu agama.
Kemampuan beliau dalam bidang hadits, tafsir, akidah, fikih, tasawuf,
sejarah dan berbagai cabang ilmu lainnya, terekam rapi dalam setiap
karya-karya beliau yang bertebaran
Langganan:
Postingan (Atom)

