Sejarah Hai'ah Ash Shofwah Al Malikiyyah Indonesia - Guru besar
ar-Robbani, Prof. DR. Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki
al-Hasani adalah figur ulama Ahlussunnah wal Jamaah abad 21. Keluasan
ilmu beliau laksana samudera nan luas membentang tak bertepi. Keagungan
pribadinya meneguhkan wawasannya sebagai ulama yang 'ibnu madzahib'
al-arba'ah '. Abuya al-maliki menguasai hampir interdisiplin ilmu agama.
Kemampuan beliau dalam bidang hadits, tafsir, akidah, fikih, tasawuf,
sejarah dan berbagai cabang ilmu lainnya, terekam rapi dalam setiap
karya-karya beliau yang bertebaran Karya Hadratus Syeikh Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani
Dalam manhaj tarbiyah, Prof. DR. Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi
al-Maliki al-Hasani merupakan Guru Besar ar-Robbani yang telah sukses
mendidik para santri beliau menjadi kader-kader dakwah yang selalu eksis
dalam mengusung nilai-nila akidah Ahlussunnah wl Jamaah, sebagai
landasan idiologis-teologis dalam beragama. Perhatian Abuya kepada para
santrinya tidak hanya berlangsung di saat mereka berada di pangkuan
majelisnya semata, tetapi sampai merreka kembali ke negerinya sekalipun
beliau masih selalu memantau, membimbing, dan menegur meskipun mereka
berada di medan dakwah yang jauh. Seringkali Abuya al-Maliki menanyakan
ihkwal kiprah dakwah para santrinya di tengah-tengah masyarakat. Beliau
juga menanyakan sumbangsih mereka kepada umat.
Manhaj dakwah Guru Besar ar-Robbani Prof. DR. Abuya Sayyid Muhammad bin
Alawi al-Maliki al-Hasani dalam mengembangkan akidah Ahlussunnah wal
Jamaah adalah dengan metode; hikmah (bijksana) dan mauidzah hasanah
(tutur kata nan mempesona) serta berlandaskan argumentasi juga logika
yang kokoh (wajadilhum billati hiya ahsan) sebagai manhaj dakwah yang
senantiasa beliau terapkan.
Kitab-kitab karya beliau sangat berlimpah dan tersebar luas di seluruh
penjuru dunia Islam. Ketokohannya telah diakui oleh lawan dan kawan,
maupun ulama dunia lainnya. Sehingga orang-orang yang berseberangan
dengan pemikiran beliau, secara diam-diam telah banyak membaca karya
beliau dan mengakui kearifannya.
Sejarah Pembentukan Wadah Hai'ah Ash Shofwah Al-Malikiyyah
Salah satu karya menumental Abuya al-maliki yang berjudul "Mafahim Yjibu
An Tushahhah" (faham-faham yang perlu diluruskan) merupakan cermin dari
pemikiran beliau yang berlandaskan al-Qur'an dan Sunnah serta amaliah
salaf ash-shaleh.
Ketika kunjungan Abuya As-Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani ke
Malaysia pada bulan Syawwal 1423 H / Desember 2002 M, beliau memberi amanah
kepada muridnya yaitu KH. Ihya 'Ulumuddin, untuk membuat wadah bagi
para alumni. Atas pendapat dari Abuya As-Sayyid Ahmad putra Abuya
As-Sayyid Muhammad Alawi Al-Hasani, alhamdulillah pada tanggal 2
Muharrom 1424 H bertepatan dengan 5 Maret 2003 M, sebanyak 25 murid
beliau berkumpul di kediaman KH. Muhyiddin Nor Pondok Pesantren
Darussalam Tambak Madu Surabaya, semua sepakat mewujudkan amanah beliau
untuk berda'wah secara berjama'ah dalam sebuah wadah yang diberi nama
"Hai'ah ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH, Dan terbentuk pula susunan pengurus
sebagai berikut :
KETUA UMUM :
KH. Muhammad Ihya Ulumiddin
WAKIL KETUA UMUM :
HB. Zen bin Hasan Baharun
SEKRETARIS UMUM :
KH. Kamal Mukhlis al-Maliki
BENDAHARA UMUM :
- KH. Zubair Abd. Aziz
- KH. Tholaat Asnawi
JURU BICARA :
- KH. Abdillah Muhtar
- KH. Faqih Imam
Saat ini kantor pusat ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH berada di Jl. Gayungsari
Surabaya sebelah timur Masjid Al-Akbar Surabaya, dengan 22 niqobah
(kantor cabang) dan 528 anggota yang telah terdaftar, dari para Habaib
dan Kiyai yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia
Wadah ini memiliki peran penting dalam upaya menyatukan langkah alumni
dalam berta'aawun mengembangkan potensi tarbiyah, dakwah, iqtishodiyah,
dan ijitima'yah. Selanjutnya, Hai'ah Ash Shofwah Al-Malikiyyah
diharapkan untuk mampu menjadi organisasi profesional dan media
aktualisasi para alumni. Demikian sedikit ulasan tentang Sejarah Hai'ah
Ash Shofwah Al Malikiyyah Indonesia yang bersumber pada majalah new
mafahim


Tidak ada komentar:
Posting Komentar